Mahadana PENIPU

Berikut pengalaman seorang teman (blogger) yang barangkali bisa menjadi (yang kesekian kali) pengalaman bagi kita semua agar tidak terjerembab ke lubang keledai.

Pada awalnya dijanjikan akan memperoleh keuntungan dan investasi yang aman. Tetapi kenyataannya jauh dari yang dijanjikan tersebut, malahan uang $50.000 habis begitu saja dalam waktu kurang dari 3 bulan!!!. Dan setelah uang kita habis “ditinggal” begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban apapun. Apakah itu yang namanya bisnis..? Menurut saya, itu hanyalah bentuk lain dari “penipuan” yang dibungkus dengan istilah bisnis. Jadi bagi siapapun anda yang berinvestasi di PT MAHADANA ASTA BERJANGKA (apalagi pemain baru) tariklah seluruh investasi anda SEKARANG JUGA, sebelum terlambat!!! Sebelum semua uang anda terkuras habis, karena perusahaan itu tidak menjamin uang anda, dan jika uang anda habis, mereka hanya bilang .. “ini kan bisnis…” (penipuan)

About these ads

5 Responses to “Mahadana PENIPU”

  1. dawala Says:

    Harus menanggung beban emosi yang berat, karena stress, menghilangkan konsentrasi kerja di kantor dan mempengaruhi kualitas interaksi yang kurang baik dengan teman-teman, harus tetap menanggung beban hutang di bank karena sebagian uang hasil pinjaman bank, dan beban psikologis lainnya yang tidak bisa diungkapkan di sini.

    Untuk Ibu Nia Sri Nurlela (Wakil Pialang PT MAHADANA ASTHA BERJANGKA), walaupun uang/investasi saya di perusahaan anda sudah habis, tapi bagi saya urusan kita belum selesai, karena apa yang anda janjikan kepada saya belum anda penuhi sedangkan saya sudah memberikan kewajiban saya yaitu investasi sebesar US$30.000. Karena janji anda belum anda berikan ke saya maka saya anggap anda masih berhutang kepada saya. Selama anda belum membayar hutang anda kepada saya selama itu pula urusan kita belum selesai, bahkan sampai ajal menjemput anda sekalipun jika hutang belum dibayar urusan kita belum selesai.

    Jadi saya masih menunggu iktikad baik anda untuk menyelesaikan masalah ini. Apakah anda mau menyelesaikan masalah dunia ini semasa anda masih hidup sehingga anda bisa hidup tenang di akhirat nanti..? Atau anda lebih memilih untuk mengabaikan masalah ini, dengan perasaan menang, senang dan bahkan bangga bisa lepas tanggung jawab, namun kehidupan akhirat anda yang kekal akan menyengsarakan anda karena anda masih meninggalkan hutang di dunia, dengan perbuatan dzalim anda yang menyebabkan hidup orang lain susah..?

    Pikirkanlah dengan hati anda…

    Begitulah.

    Ada yang punya pengalaman serupa. Mari kita berbagi demi kebaikan kita semua.

  2. ruli Says:

    LUKA LAMA DARI MAHADANA ASTHA BERJANGKA …

    BISA MENJADI PENCERAHAN DAN PENGETAHUAN BUAT CALON INVESTOR ATAU JOB
    SEEKERS SUPAYA JANGAN SAMPAI TERTIPU OLEH PT MAB YAAA….

    Wuss.. Dana Miliaran pun Amblas
    Penipuan

    BURSA berjangka kembali menelan korban. Kali ini yang terjerat
    iming-iming mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang cepat
    itu adalah 60 nasabah dan staf pemasaran PT Mahadana Astha Berjangka.
    Total jenderal kerugian mereka mencapai Rp 40 miliar. Demi mendapatkan
    kembali uangnya, sejak Maret lampau para investor malang itu sudah
    melaporkan dugaan penipuan itu ke pelbagai pihak. Selain ke PT Bursa
    Berjangka Jakarta (BBJ), mereka juga menyambangi Badan Pengawasan
    Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kapolri, DPR, dan Kejaksaan
    Agung.
    Sejauh ini baru BBJ yang menanggapi laporan itu. Untuk itu, penanggung
    jawab perusahaan itu serta beberapa korban telah dipanggil. Dan kalau
    tak ada aral melintang, pekan-pekan ini Kejaksaan Agung akan mengambil
    langkah serupa. Selain melakukan penipuan, Mahadana Astha Berjangka
    juga ditengarai tidak membayar pajak atas
    transaksi-transaksi yang dikelolanya. Berdasarkan catatan BBJ, nasabah
    Mahadana yang beroperasi sejak 2003 mencapai sekitar 6.000 orang.
    Volume transaksinya per bulan minimum 30 ribu.
    Kepada TRUST, Dini (bukan nama sebenarnya), salah seorang investor
    mengaku rugi sebesar US$ 60 ribu dalam tempo 10 hari. Ia kepincut
    menanamkan duitnya di bisnis itu setelah diperkenalkan oleh seorang
    temannya, Juli lalu. “Saya tertarik karena potensi keuntungannya
    sungguh menjanjikan,” katanya.

    Singkat cerita, Dini pun langsung menandatangani perjanjian dengan
    Mahadana. Wakil pialang yang sesuai prosedur
    BBJ seharusnya ikut menyaksikan kesepakatan itu berhalangan hadir.
    Acara penandatanganan kontrak beres, Dini kemudian langsung
    mentransfer dana sebesar US$ 30 ribu.
    Setelah menyetor dana itu, Dini mengaku diminta untuk menyetor lagi
    dana sebesar US$ 30 ribu. Ia patuh saja lantaran uang itu dijanjikan
    bisa diambil sewaktu-waktu dan tidak diikutsertakan untuk
    ditransaksikan. Apalagi, pihak perusahaan juga mengiming-iminginya
    bingkisan berupa perangkat elektronik personal device assistant (PDA).
    Pada hari pertama trading, Dini meraih untung US$ 1.500. “Karena sudah
    untung, saya minta agar tidak dilakukan transaksi lagi,” katanya. Toh
    permintaannya tak digubris. Yang ada, pada hari kedua dan seterusnya,
    tanpa sepengetahuannya, trader-nya melakukan beberapa kali transaksi.
    “Dalam waktu 10 hari, tahu-tahu saya dikabari uang saya sudah ludes,”
    paparnya.
    Hal yang sama dialami Mastur (bukan nama sebenarnya). Bedanya, ia merupakan mantan staf
    pemasaran Mahadana. Kendati tak memiliki pengalaman memadai, ia
    dipercaya mengelola dana dua nasabah. Namun ia mengaku, hampir semua
    keputusannya dalam bertransaksi dipengaruhi oleh OC. “Mereka (OC) acap
    mengintimidasi para staf pemasaran untuk terus bertransaksi kendati
    rugi,” kata lelaki muda itu. Tak heran jika dalam tempo delapan hari,
    dana yang mengaku dana nasabahnya amblas Rp 242 juta.
    Toh Mastur tak bisa begitu saja menerima kerugian itu. Ia curiga
    transaksi itu memang sudah diatur sedemikian rupa, sehingga pada hari
    pertama nasabah selalu mendapatkan keuntungan. Dan di hari-hari
    berikutnya pasti kalah. Ia hakulyakin, kerugian itu telah direkayasa
    melalui sistem aplikasi trading. “Saya yakin 1.000% kalau system itu
    di-setting untuk menghambat keuntungan investor,” sahutnya.
    Buktinya, tambah Mastur, setiap akan konfirmasi pembatalan pada saat
    merugi, berkali-kali komputer sulit melakukannya. Sistem baru bisa
    lancar lagi ketika uang sudah habis. Sudah begitu, ungkapnya, sistem
    tidak on-line ke Han Seng (bursa Hong Kong) seperti yang dijanjikan,
    melainkan terhubung ke perusahaan pialang lain.
    Kerugian serupa dialami Leli (bukan nama sebenarnya), kolega Mastur di Mahadana Astha Berjangka. Di tangan
    perempuan berdarah Minang berusia 31 tahun ini, duit nasabah sebesar
    Rp 154 juta ludes. “Saya malu dan dikejar-kejar tetangga, teman, dan
    saudara yang saya pinjam duitnya untuk bisnis transaksi bursa
    berjangka itu,” tutur Leli. Karena tak tahan selalu dicemooh dan
    dikejar-kejar yang punya uang, kini Lina pun pindah tempat tinggalnya
    semula di Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan.

    KNOWLEDGE, GREEDY DAN EMOSI
    Sementara itu seorang sumber di BBJ mengaku, pihaknya akan terus
    mendorong pemeriksaan kasus ini. Menurutnya, dari
    keterangan-keterangan yang didapat dari Mastur, Leli, dan Mahadana
    Astha Berjangka, memang terdapat indikasi pelanggaran dalam prosedur
    pengelolaan bursa berjangka.
    Indikasi-indikasi itu, selain penandatanganan kontrak yang tak
    disaksikan pialang, di antaranya, laporan keuangan perusahaan yang
    tidak sesuai dengan jumlah uang yang ditransaksikan. Lalu personal
    identity number (PIN) atau password untuk menjalankan transaksi pun
    tidak diberikan staf perusahaan, melainkan oleh OC. Sistem
    bertransaksi itu membuat tidak jelas siapa yang harus bertanggung
    jawab ketika muncul persoalan. “Kami sudah memberikan peringatan awal.
    Dengan keterangan yang berkembang kami akan memberi sanksi
    administrasi, di antaranya pencoretan sebagai anggota BBJ,” tutur
    sumber TRUST.
    Toh Mahadana Astha Berjangka tenang-tenang saja menghadapi tudingan itu. “Untung
    rugi dalam berdagang adalah hal yang lumrah,” cetus Pelo, wakil
    pialang dari Mahadana Astha Berjangka. Yang terjadi, menurutnya, nasabah maupun
    staf pemasaran itu tidak siap untuk merugi. “Mereka merasa dirugikan
    karena transaksi yang dilakukannya hanya membuat buntung,” tuturnya.
    Menurutnya, pihaknya sudah melakukan semua prosedur transaksi
    sesuai dengan aturan Bappebti. Termasuk di dalamnya penandatanganan
    surat perjanjian berikut penjelasan mengenai risikonya. “Kami sudah
    menerangkan sejelas-jelasnya. Kami sudah memberikan simulasi juga,”
    katanya.
    Alhasil, Pelo menganggap nasabah maupun staf pemasarannya sudah tahu
    risiko yang dihadapi dalam bertransaksi. “Ibaratnya begini, apakah
    bank bisa disalahkan jika kartu ATM yang Anda pegang diberikan ke
    teman Anda, dan ternyata teman Anda menggunakan PIN itu untuk menarik
    uang yang lebih besar tanpa sepengetahuan Anda,” tuturnya panjang
    lebar.
    Pembelaan Pelo mendapat dukungan dari XXA. Menurut rekan
    kerja Pelo itu, jika seorang nasabah menilai performa trader-nya
    buruk, minta diganti saja. “Itu sangat mudah dan boleh saja dilakukan,
    kok,” ujarnya. Jadi, menurut Ken, “Kasus ini hanya masalah knowledge
    (pengetahuan) dan greedy (ketamakan), serta emosi dari nasabah
    sendiri”.
    Berdasarkan pengamatan Sekretaris Jenderal Indonesian Future Exchange
    Watch (IFEW) Judamanto, maraknya penipuan melalui investasi di bursa
    berjangka disebabkan oleh adanya Surat Keputusan (SK) Nomor 55 Tahun
    2003 dan SK Nomor 58 Tahun 2005 mengenai izin usaha transaksi valas
    dan indeks. Padahal, Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang
    Peraturan Berjangka Berkomoditi mengatakan, izin transaksi valas
    merupakan domain BI dan izin indeks saham luar negeri kewenangan dari
    Bappepam. “Dengan terbitnya SK tersebut, artinya Bappebti telah
    menabrak UU No. 32 Tahun 1997,” cetusnya.
    Dengan adanya SK itulah lantas bermunculan perusahaan pedagang dan
    perusahaan pialang. “Akibat dari SK tersebut, banyak orang yang
    terjerat dengan iming-iming yang menggiurkan, itu sangat
    memprihatinkan,” katanya.
    Sekarang ini, menurut Judamanto, terdapat 73 perusahaan pedagang dan
    mereka setidaknya mempunyai 3 anak cabang. Berdasarkan data BBJ tahun
    2006, hasil keuntungan transaksi dari 73 perusahaan itu mencapai
    sekitar Rp 20,8 triliun. “Dan transaksinya diindikasikan tidak
    membayar pajak,” ujarnya. Lebih dari itu, lantaran bertentangan dengan
    UU No. 32 Tahun 1997, perusahaan-perusahaan itu menurutnya bisa
    dibilang ilegal. “Sebaiknya SK itu dicabut,” serunya.

  3. sakithati Says:

    HATI HATI !!!

    MAHADANA ASTHA BERJANGKA perusahaan BAJINGAN !!!!! sy selaku bekas client merasa TOLOL, sy kan percaya brokernya, yang brengsek tuh managernya. broker tahunya LOT, sy kasi dia banyak LOT, eh manager mang tak tahu disyukur. awas kalau ketemu,saya hajar mukanya biar mirip martabak. tahunya minta Top up.mang lu Dewa masa depan, tahu index naik.tren Bearish,kayaknya wakil pialang MAHADANA perlu dikasi tiket ke USA biar wawasannya terbuka.di Usa Home sales lagi ancur2nya,sy percaya aja,Top up.saya SARANKAN WAHAI INVESTOR, KALO GAK TAHU INVEST JANGAN KE MAHADANA MEREKA PT.SEDOT DUIT.

  4. lucky Says:

    Thanks guy, sebelumnya saya baru mendapat panggilan interview dari mahadana. berkat info you semua, aku putuskan untuk tidak memnuhi panggilan itu. apakah mereka tidak khawatir kantornya diserbu massa.

  5. mahadanaastaberjangka Says:

    ANITA YENNI WIJAYANTI
    ARYANTI WULANDARI
    AYU MARGA UTAMI
    BONA ISKANDAR SORI B.
    BUDI SUSILO, SP
    CECIEN
    DIANA RITA TILAAR
    DONI HELMI
    DONNY PRIYO DARMAWAN
    F A D I L
    F. DONNY RISDIANTO
    FRANSISCUS HARRY PRASODJO
    HERLIN NATALIA SINAGA
    HERMANTO SITANGGANG
    IMAN MUTTAQIN
    IMELDA SIAGIAN
    IRHANDY VALENCIUS I.
    JIMMY RIZAL
    KOMAN EFFENDI
    MARSADI NUR SANDJAJA
    MARTHA KUNTHI YUANANI
    NIKO SETIADI
    NOVTRIAZ TAMARIA N.M.
    RADEN GIDION CAILENDRA
    RAMADHARIASNI
    RISCO FREDERICK
    RIZKI
    ROMI FIRZALDI
    RONALDO CHRISTIANDI.T
    SAKHURI FILKI
    SETIAWAN ROSALINA
    SUTEDJO SULISTIO
    TUBAGUS ARY SETIAWAN
    TURYANI
    WAWAN KUSWANDI
    WILLIAM HUTOJO
    WINA JULIOVERA
    YUDHO UTOMO
    YUSTINUS YOSDIANTO
    ZENNITARMANTO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: